Pada tanggal 1 November 2011, PilihanBisnis.com mendapat kesempatan untuk mengunjungi negara Jepang. Tanggal ini menjadi lebih spesial karena pada tanggal ini ditetapkan sebagai tanggal dimana jumlah manusia di muka Bumi ini mencapai angka tertinggi, yaitu 7 milyar orang. Suatu angka yang tidak kecil.
Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari produk-produk yang mereka hasilkan yang telah merambah sampai ke seluruh penjuru dunia. Merek-merek seperti Honda, Toyota, Suzuki, Nissan, Yamaha, Toshiba, Sharp, Sanyo, Panasonic, Nintendo, Tamiya dan masih banyak lagi lainnya tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bahkan, merek-merek ini dapat dijumpai dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di rumah kita. Pertanyaan yang mungkin menarik perhatian kita sebagai pelaku bisnis adalah bagaimana caranya bangsa Jepang bisa menghasilkan produk-produk yang begitu mendunia walaupun negara tersebut memiliki sumber daya alam yang sangat terbatas dan kerap dilanda bencana alam, seperti: gempa, badai, tsunami? Mungkin artikel ini dapat sedikit membantu untuk mendapatkan titik terangnya.
The Beginning
Waktu kita duduk di bangku sekolah dulu tentu kita masih ingat pelajaran sejarah dimana disebutkan bahwa negara Jepang hancur lebur pada tahun 1945 pada saat kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh tentara Amerika. Di tahun ini juga Indonesia meraih kemerdekaannya. Walaupun dengan susah payah, namun akhirnya Jepang bisa bangkit dari keterpurukan dan sampai sekarang merupakan salah satu negara maju dunia.
The Difference
Produk-produk superior yang dihasilkan oleh negara Jepang adalah bagian dari tipping point atau puncak dari bongkahan ice berg (gunung es). Bagian ini adalah bagian yang kelihatan, sedangkan bagian yang tidak kelihatan dan memainkan peranan yang sangat penting adalah values dan empowering beliefs. Bongkahan dibawah permukaan yang tidak kelihatan inilah yang membuat mereka menjadi bangsa yang luar biasa.
Nilai-nilai positif dan empowering beliefs ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menyatu dalam “darah dan daging” mereka. Dalam salah satu pembicaraan dengan warga Jepang, PilihanBisnis.com diceritakan mengenai salah satu rahasia sukses mereka yaitu bahwa orang Jepang memiliki belief atau keyakinan kalau mereka adalah seorang Samurai. Walaupun secara fisik mereka tidak berpenampilan seperti Samurai namun nilai-nilai seorang Samurai masih mereka pertahankan. Salah satu nilai yang luar biasa dari seorang Samurai adalah Harus Siap Mati Kapan Saja. Dengan memegang belief ini, maka setiap orang Jepang selalu berusaha melakukan yang terbaik dimanapun dan kapanpun. Hal ini menjadi kebiasaaan dalam perilaku mereka sehari-hari untuk selalu memberikan yang terbaik karena kematian bisa datang kapan saja. Bisa 1 hari, 1 jam, atau 5 menit lagi dari sekarang.
Dengan memiliki belief seperti di atas, muncul yang namanya sense of urgency dan totalitas. Dengan adanya sense of urgency dan totalitas ini maka memaksa orang untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mungkin hal ini juga yang terjadi pada seorang Steve Jobs, pendiri Apple Inc., dimana dalam 6 tahun divonis terkena kanker pankreas dan dalam hidup yang segera akan berakhir, justru membangun sense of urgency dan totalitasnya dalam mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk dunia ini melalui produk-produk berkualitas yang dikeluarkan, seperti: komputer Macintosh,iPad, iPhone, iPod, dsb.
Tentunya kita bukanlah bangsa Jepang, namun kita dapat memodel nilai-nilai positif yang mereka yakini. Apabila dalam diri setiap orang sudah terbangun sense of urgency dan totalitas maka hasilnya pasti akan luar biasa juga. (Tim PilihanBisnis.com)





